h1

Sriwijaya FC Juara Copa Indonesia

14 Januari 2008

Sriwijaya FC V Persipura JAKARTA – Sriwijaya FC (SFC) Palembang menahbiskan diri sebagai juara Copa Indonesia III. Ini terjadi setelah tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut memetik kemenangan lewat adu penalti 4-1 (0-1, 1-1) atas Persipura Jayapura dalam final yang dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, tadi malam (13/1). Mutiara Hitam -julukan Persipura- unggul lebih dulu pada menit keenam lewat Ernest Jeremiah. Namun, SFC mampu menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti Keith Kayamba Gumbs pada menit ke-75. Hadiah tendangan 12 pas itu diberikan wasit Jimmy Napitupulu (Jakarta) setelah tendangan gelandang SFC Benben Berlian mengenai tangan pemain belakang Persipura Jack Komboy. Dalam drama adu penalti, tiga penendang Persipura, Eduard Ivakdalam, David Da Rocha, dan Alberto Goncalves (Beto), gagal menaklukkan kiper SFC Ferry Rotinsulu. Sementara itu, dari empat penendang, tiga eksekutor SFC (Kayamba, Zah Rahan, dan Anaore Obiora) mampu menjebol gawang Jendri Pitoy. Sementara tembakan Toni Sucipto mampu diblok Jendri. Atas keberhasilan tersebut, SFC berhak membawa pulang Rp 1 miliar, sedangkan Persipura harus puas dengan hadiah Rp 750 juta. Pencapaian itu jelas sejarah besar bagi tim dari ranah Sumatera tersebut. Gelar itu adalah yang pertama setelah dalam dua edisi sebelumnya Arema Malang selalu menjadi kampiun. “Tidak kata lain yang bisa saya sampaikan dengan hasil ini selain kepuasan. Pemain menorehkan nama klub dalam sejarah sepak bola nasional,” kata Syahrial Oesman, ketua umum SFC, setelah penyerahan hadiah. Karena itu, dia menegaskan bahwa tidak ada bonus khusus bagi pemain. Sebab, kemenangan semalam adalah hasil keringat seluruh pemain. “Tapi, seluruh hadiah yang didapat tim hasil dari juara ini akan dibagikan kepada seluruh pemain,” ucap Syahril. Pancaran kebahagiaan juga terlihat jelas dari wajah Rahmad Darmawan, pelatih SFC. Dia menegaskan bahwa kemenangan tim besutannya lebih disebabkan keberuntungan. “Ini terjadi berkat tangan Tuhan. Magis! Kami akhirnya bisa menjadi juara dengan perjalanan yang sangat ketat,” jelasnya. Apa yang dilontarkan mantan pelatih Persipura itu benar. Sebab, SFC harus memenangi dua pertandingan di babak semifinal dan final melalui adu tendangan penalti. “Tidak ada satu pahlawan dalam tim ini. Seluruh pemain adalah pahlawan karena masing-masing orang telah berjuang dengan baik,” tuturnya. Pernyataan itu disampaikan untuk menepis anggapan publik bahwa hanya Ferry Rotinsulu, kiper SFC yang menggagalkan dua tendangan penalti, yang pantas disebut sebagai pahlawan. Menanggapi itu, Ferry hanya bersikap dingin. Dia menegaskan tidak berpikir terlalu rumit. “Saat menggagalkan tendangan penalti, yang ada dalam pikiran saya adalah memberikan gelar bagi tim,” cetusnya. Sementara itu, pelatih Persipura Raja Isa tetap terlihat tegar meski gagal. Kesedihannya terobati dengan penampilan maksimal kedua tim. “Kami kalah karena kurang beruntung. Dua tim tampil dengan performa terbaik sepanjang pertandingan. Dan, yang terbaik akhirnya yang menang,” urainya. (fim/diq) jawapos.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.